REVIEW JURNAL PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KELOMPOK 9
IKHSAN NUR RAMADHAN (64221349)
MUHAMMAD ZIDAN (64221305)
KRISFAN AGUSLIAN PANJAITAN (64221038)
Preview By:Ikhsan Nur Ramadhan
REVIEW
JURNAL
1. Judul
“Peran Teknologi dalam Transformasi
Ekonomi dan Bisnis di Era Digital”
“JMEB Jurnal Manajemen Ekonomi &
Bisnis”
“Wildan
Mahendra Ardiansyah Universitas Singaperbangsa Karawang Tahun 2023”
“Artikel
ini membahas peran teknologi dalam transformasi ekonomi dan bisnis di era
digital. Terobosan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan
Internet of Things telah memungkinkan pengembangan model bisnis yang lebih
efisien dan inovatif. Dalam artikel ini, dibahas bagaimana teknologi telah
mempengaruhi berbagai aspek ekonomi dan bisnis, serta tantangan dan peluang
yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengadopsi teknologi baru dan
mengintegrasikannya ke dalam operasi mereka. Dalam penelitian ini menggunakan
metode studi litelatur penggunaan buku, jurnal artikel,dan website resmi.
Dengan memberikan gambaran menyeluruh tentang peran teknologi dalam
transformasi ekonomi dan bisnis di era digital, artikel ini memberikan
pemahamanyang lebih baik tentang bagaimana teknologi dapat membantu perusahaan
dan masyarakat untuk mencapai kemajuan yang lebih besar di masa depan”
“Peran penting teknologi dalam mendorong transformasi ekonomi dan
bisnis di era digital. Di era ini, teknologi seperti kecerdasan buatan (AI),
Internet of Things (IoT), blockchain, serta komputasi awan telah mengubah cara
bisnis beroperasi, baik di perusahaan besar maupun kecil. Perubahan tersebut
memungkinkan perusahaan untuk lebih efisien, inovatif, dan mampu menjangkau
pasar yang lebih luas. Transformasi digital ini
juga berdampak besar pada model bisnis. Bisnis tradisional yang dahulu
bergantung pada interaksi fisik kini berpindah ke platform digital,
memungkinkan akses lebih luas dan penghematan biaya. Selain itu, teknologi juga
menciptakan lapangan kerja baru, terutama dalam bidang teknologi informasi,
serta memungkinkan orang untuk bekerja secara fleksibel, seperti bekerja dari
jarak jauh”
6. Variabel
“X1 = Penggunaan
Teknologi Digital dalam Bisnis”
“X2 = Kesiapan Infrastruktur Teknologi”
“Y = (Transformasi Ekonomi dan Bisnis”
Penggunaan Teknologi Digital
- Definisi: Tingkat penerapan teknologi
seperti AI, IoT, blockchain, dan komputasi awan dalam bisnis.
- Indikator: Persentase penggunaan
teknologi dalam operasional dan analisis bisnis.
Kesiapan
Infrastruktur Teknologi
- Definisi: Kesiapan perangkat, akses
internet, dan keterampilan SDM untuk mendukung transformasi digital.
- Indikator: Kualitas koneksi internet,
ketersediaan perangkat IT, dan keterampilan SDM.
Transformasi
Ekonomi dan Bisnis
- Definisi: Perubahan dalam model bisnis,
efisiensi, dan inovasi yang dihasilkan dari adopsi teknologi.
- Indikator: Peningkatan produktivitas,
adopsi model bisnis digital, dan pertumbuhan bisnis
“Setelah
studi literatur dilakukan, peneliti akan menentukan metode penelitian yang akan
digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Metode penelitian yang digunakan
dalam artikel ini adalah: a. Studi Kasus: Dalam metode ini, peneliti akan
mengambil beberapa contoh bisnis yang telah sukses mengadopsi teknologi dalam
bisnis mereka, dan menganalisis bagaimana teknologi berperan dalam transformasi
ekonomi dan bisnis di era digital. b. Wawancara: Peneliti juga akan melakukan
wawancara dengan beberapa ahli dan praktisi di bidang teknologi dan bisnis
untuk mendapatkan pandangan mereka tentang peran teknologi dalam transformasi
ekonomi dan bisnis di era digital”
“Dalam
era digital seperti saat ini, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam
transformasi ekonomi dan bisnis. Perkembangan teknologi yang pesat telah
mengubah cara kerja dan pola pikir bisnis serta memberikan peluang dan
tantangan baru bagi pelaku bisnis. Artikel ini akan membahas peran teknologi
dalam transformasi ekonomi dan bisnis di era digital. Teknologi telah menjadi
bagian integral dari kehidupan manusia. Teknologi tidak hanya berdampak pada
cara manusia berkomunikasi, tetapi juga telah membawa perubahan signifikan
dalam bidang ekonomi dan bisnis. Transformasi teknologi telah membawa banyak
perubahan, seperti memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan platform digital
untuk menjual produk dan jasa mereka, membuat proses bisnis lebih efisien,
meningkatkan produktivitas, dan memberikan keuntungan lain yang signifikan”
“Teknologi
memberikan dampak yang signifikan pada cara perusahaan mengoperasikan bisnis
mereka,baik dari segi pengembangan produk, pemasaran, hingga manajemen operasi.
Teknologi telah memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas mereka, dengan mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk
menjalankan operasi bisnis. Penerapan teknologi juga membantu dalam mempercepat
inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik, sehingga perusahaan dapat
bersaing dengan lebih baik di pasar. Artikel juga menyoroti bahwa penggunaan
teknologi harus dipertimbangkan secara hati-hati. Kebutuhan akan keamanan
siber, investasi yang signifikan, dan risiko ketimpangan ekonomi dan sosial
harus diperhatikan. Oleh karena itu, perusahaan harus merencanakan dan
mengimplementasikan strategi teknologi yang berkelanjutan dan dapat beradaptasi
dengan cepat dengan perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Secara keseluruhan,
artikel ini menunjukkan bahwa teknologi memainkan peran penting dalam
transformasi ekonomi dan bisnis saat ini, dan perusahaan harus memanfaatkan
teknologi secara tepat dan efektif untuk memperoleh keuntungan yang
berkelanjutan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global”
· Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan
Efisiensi Teknologi dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi
operasional, mengurangi biaya, dan mempercepat proses bisnis. Mengadopsi
teknologi ini memungkinkan otomatisasi dalam pengambilan keputusan dan
produksi.
·
Peluang Bisnis Baru melalui Inovasi Teknologi Teknologi telah
menciptakan peluang untuk model bisnis baru, seperti e-commerce, dan membuka
akses ke pasar global tanpa perlu kehadiran fisik. Perusahaan yang berinovasi
menggunakan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk memimpin dalam pasar
yang kompetitif.
· Tantangan Keamanan Siber dan Data Dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi digital, risiko keamanan siber meningkat. Perusahaan harus memprioritaskan investasi dalam keamanan siber untuk melindungi data mereka dan kepercayaan konsumen.
Sumber :879293fdd48556e88b2c0623a7ead95ea420.pdf (semanticscholar.org)
Preview by: Muhammad Zidan
REVIEW
JURNAL
1. JUDUL
“Pelatihan Pengelolaan SDM di Era Digital pada UMKM”
2. NAMA JURNAL
“SABAJAYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 Maret 2023”
3. PENULIS
& TAHUN TERBIT
Didik Suhariyanto Universitas Bung Karno – Jakarta,29 Maret 2023
4. ABSTRAK
Kegiatan Pelatihan Pengelolaan SDM di Era digital pada UMKM melalui unit bisnis usaha skala terbatas atau yang dikenal sebagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara universal merupakan salah satu pendorong ekonomi dunia utama yang secara substansial memperkuat produk domestik bruto dan memperluas lapangan kerja banyak negara. Di Indonesia, UMKM menunjukkan peningkatan yang signifikan secara jumlah dan diversifikasi usaha serta mampu bertahan di tengah krisis ekonomi di era disruptif global dewasa ini. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan digital, yang ditandai dengan kemudahan akses informasi melalui media digital dalam dua dekade terakhir ini, telah secara fundamental menciptakan transformasi di segala aspek. Kebutuhan akan adaptasi pun menjadi tantangan yang dihadapi UMKM di era Industry 4.0 dan Society 5.0. Ini merupakan peluang bagi UMKM untuk secara fundamental merevolusi konsep dan strategi bisnis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, perubahan pola komunikasi konsumen dan potensi teknologi digital demi mendapatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan global. Oleh karena itu, pemahaman yang bersifat komprehensif atas konsep dan inovasi UMKM menuju transformasi bisnis digital sangat penting bukan saja bagi tercapainya tujuan UMKM tapi juga terselenggaranya bisnis yang keberlanjutan dalam persaingan global.
5.
LATAR BELAKANG
Ini menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk kemajuan jangka pendek dan jangka panjang suatu bisnis. SDM yang terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dapat membawa UMKM menuju pertumbuhan yang lebih baik. Dalam konteks ini, pelatihan dan pengembangan SDM menjadi salah satu fokus utama untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja karyawan di tengah perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan digital telah menciptakan perubahan mendasar dalam berbagai aspek bisnis, termasuk di sektor UMKM. Dengan adanya transformasi digital, UMKM diharapkan dapat mengadopsi teknologi baru, memanfaatkan media digital, dan berinovasi dalam strategi bisnis untuk bertahan dan bersaing dalam ekonomi global yang semakin disruptif.
6.
VARIABEL
X1
= Keterampilan
Digital Karyawan
X2
= Infrastruktur Teknologi
Y = Efektivitas Pengelolaan SDM di Era Digital
7.
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
·
Keterampilan Digital Karyawan
Definisi Operasional: Tingkat kemampuan dan pemahaman karyawan dalam menggunakan teknologi digital, termasuk aplikasi kasir berbasis cloud, media sosial, dan alat analisis data. Keterampilan ini diukur dengan cara survei terhadap karyawan terkait penguasaan alat-alat digital yang diperlukan dalam operasional bisnis. Ini mencakup tingkat penguasaan teknologi oleh karyawan UMKM, seperti penggunaan aplikasi digital, media sosial, atau perangkat lunak manajemen.
·
Infrastruktur Teknologi
Definisi Operasional: Ketersediaan dan penggunaan perangkat keras dan lunak yang mendukung digitalisasi di UMKM, seperti komputer, jaringan internet, dan aplikasi digital. Pengukuran dilakukan dengan menilai seberapa lengkap dan fungsional perangkat teknologi yang digunakan oleh UMKM. Faktor ini meliputi akses dan pemanfaatan perangkat keras dan lunak di perusahaan, seperti komputer, smartphone, jaringan internet, serta platform digital yang digunakan untuk operasional bisnis.
·
Efektivitas Pengelolaan SDM di Era Digital
Definisi Operasional: Tingkat keberhasilan UMKM dalam mengelola karyawan dengan menggunakan teknologi digital, diukur dari peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kepuasan kerja. Ini dapat dievaluasi melalui penilaian kinerja karyawan dan hasil survei kepuasan setelah implementasi pelatihan digital Ini dapat diukur dari beberapa aspek, seperti peningkatan produktivitas, kepuasan karyawan, efisiensi kerja, atau keberhasilan implementasi teknologi digital dalam proses kerja dan manajemen SDM di UMKM.
8.
METODE PENELITIAN
Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu kualitatif. Data yang dibutuhkan didapatkan dari kegiatan survei pemilihan UMKM Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, sosialisasi, praktek dan diskusi dengan salah satu warga Desa Lerep yang terpilih sebagai sasaran untuk melakukan pelatihan UMKM. Hasil dari survei menjadi data penting untuk melakukan kegiatan yang tepat dalam masyarakat.
9.
HASIL
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan kategori usaha yang paling dominan di Indonesia. Usaha-usaha tersebut mempekerjakan hampir 95% tenaga kerja dari jumlah total pekerja di negara ini. Tidak heran bila bisnis ini menjadi mesin penggerak ekonomi Sayangnya, sejarang menunjukkan usaha-usaha kecil ini kerap dikecualikan dari jaringan bisnis regional maupun global. Bahkan, tidak jarang usaha ini terpinggirkan dari pasar lokal. Menurut Alex Capri, salah satu staf pengajar di Business School, National University of Singapore, hal tersebut disebabkan oleh konektivitas dengan pasar, sulitnya akses terhadap keuangan dan jaringan, serta terbatasnya keterampilan sumber daya manusia yang terlibat. Nah, meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dan adanya dukungan kebijakan proaktif dari pemerintah, membuka ruang bagi UMKM untuk naik kelas.
10.KESIMPULAN
1.
Wawasan mitra tentang konsep digital marketing semakin luas, mitra menjadi
paham bahwa lingkup digital marketing tidak hanya pada kajian promosi dan
pemasaran saja, tetapi juga mencakup pada penggunaan dan optimalisasi media
internet dalam proses komunikasi dan penjualan.
2. Mitra dapat menggunakan beberapa teknologi informasi, sebagai penunjang kegiatan promosi dan pemasaran selain pemanfaatan media sosial saja
11.SARAN
Jurnal ini dapat ditingkatkan dengan memperluas pembahasan tentang
metode pelatihan digital. Perlu juga ditambahkan indikator spesifik untuk
mengevaluasi hasil pelatihan, seperti produktivitas dan peningkatan
keterampilan. Studi kasus dari UMKM yang berhasil mengimplementasikan pelatihan
digital akan memberikan contoh nyata yang inspiratif. mengenai program
pemerintah atau kemitraan yang mendukung pelatihan digital. Integrasi
penggunaan software manajemen SDM dengan pelatihan karyawan dapat dijelaskan
lebih lanjut untuk memperkuat pengelolaan SDM digital secara keseluruhan.
REVIEW JURNAL
|
Judul |
PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA (SDM) TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA YAYASAN MINHAJUSSUNNAH SURABAYA |
|
Jurnal |
Jurnal Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial |
|
Volume |
Volume 13, No. 2, |
|
Tahun |
2022 |
|
Penulis |
Ida Rindaningsih & Muhammad Farid Khalilurrahman |
|
Reviewer |
Krisfan Aguslian Panjaitan (64221038) |
|
Abstrak |
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya
pelatihan dan pengembangan SDM yang dilakukan oleh Yayasan Minhajussunnah
Surabaya serta mengetahui metode pelatihan dan pengembangan yang dilaksanakan
bagi karyawan Yayasan Minhajussunnah Surabaya untuk meningkatkan kinerja
karyawan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan field research atau
penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian
ini dilakukan pada karyawan Yayasan Minhajussunnah Surabaya yang beralamat di
kompleks STAI Ali bin Abi Thalib, Jl. Sidotopo Kidul No. 51, Surabaya, Jawa
Timur. Hasil penelitian menyebutkan metode pelatihan karyawan yang digunakan Yayasan Minhajussunnah adalah on the job training.
Metode pengembangan karyawan yang digunakan oleh Yayasan Minhajussunnah
Surabaya adalah metode pemberdayaan. Pelatihan dan pengembangan karyawan yang
dilakukan sudah cukup baik sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh
yayasan. |
|
Latar Belakang |
Penelitian mengenai pentingnya pelatihan dan
pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja karyawan di Yayasan
Minhajussunnah Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
memahami metode pelatihan dan pengembangan yang diterapkan di yayasan
tersebut, serta bagaimana metode tersebut berdampak pada peningkatan kinerja
karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif dan menekankan pentingnya SDM sebagai aset berharga bagi yayasan.
Pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan dengan metode on the job
training dan pemberdayaan, yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja,
tanggung jawab, dan jenjang karier para karyawan. |
|
Variabel |
Variabel X1: Pelatihan
SDM
Variabel X2:
Pengembangan SDM
Variabel Y: Kinerja
Karyawan |
|
Definisi
Operasional Variabel |
1. Pelatihan dan Pengembangan SDM ·
Pelatihan:
Didefinisikan sebagai usaha terencana untuk meningkatkan keterampilan
karyawan dengan metode on the job training, di mana karyawan baru belajar
langsung di tempat kerja dari karyawan senior tanpa pelatihan khusus
sebelumnya. ·
Pengembangan:
Didefinisikan sebagai proses pemberdayaan karyawan untuk memperbaiki dan
mengembangkan diri melalui pengalaman dan pembelajaran dari kesalahan, dengan
tujuan meningkatkan kompetensi dan tanggung jawab di masa depan. 2. Kinerja Karyawan: · Didefinisikan
sebagai hasil atau output yang dicapai oleh karyawan dalam menjalankan
tugas-tugas mereka, yang mencakup beberapa aspek, seperti pekerjaan yang
lebih sistematis, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, peningkatan
jenjang karier, dan pengembangan wawasan dan keterampilan. |
|
Tujuan Penelitian |
Untuk mengetahui pentingnya pelatihan dan pengembangan
SDM yang dilakukan oleh Yayasan Minhajussunnah Surabaya serta mengetahui
metode pelatihan dan pengembangan yang dilaksanakan bagi karyawan Yayasan
Minhajussunnah Surabaya untuk meningkatkan kinerja karyawan. |
|
Subjek Penelitian |
Subjek penelitian
pada penelitian ini adalah sistem pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan terhadap karyawan pada
yayasan minhajussunnah surabaya |
|
Metode Penelitian |
Metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan field
research dimana data akan
didapatkan melalui proses teknik wawancara, studi dokumentasi dan observasi. 1. Teknik Wawancara Wawancara adalah pembicaraan dengan maksud memperoleh informasi tertentu. Pembicaraan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer)yang mengemukakanpertanyaan dan terwawancara/narasumber (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. 2) Teknik Dokumentasi Metode dokumentasi berasal dari kata document yang berarti hal-hal tertulis. Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menganalisis benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi dengan cara mengambil data yang berkaitan dengan metode pelatihan dan pengembangan kinerja karyawan Yayasan Minhajussunnah Surabaya. 3) Teknik Observasi Observasi atau pegamatan meliputi kegiatan pemfokusan
perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan semua alat indera. Jadi
pengamatan dapat dilaksanakanmelalui penglihatan, penciuman, pendengaran,
peraba, dan pengecap. |
|
Hasil Penelitian |
Inti dari penelitian ini ditemukan tentang pentingnya pelatihan dna pengembangan untuk meningkatkan kinerja karyawan di Yayasan Minhajussunnah Surabaya. dengan adanya job description atau gambaran pekerjaan yang diberikan kepada setiap karyawan, khususnya karyawan yang dilapangan tentunya akan membuat karyawan lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaannya. Terlebih lagi dengan adanya pelatihan dan pengembangan calon karyawan yang akan dilepas dilapangan jadi lebih terarah dan pekerjaan jadi lebih cepat selesai. |
|
Kesimpulan |
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilaksanakan, kemudian dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa metode yang diterapkan pada Yayasan Minhajussunnah Surabaya dengan memberikan metodee on the job traiining atau pelatihan secara langsung di tempat kerja. Adapun metode yang diberikan dalam pengembangan yaitu melalui metode pemberdayaan.Metode-metode pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh Yayasan Minhajussunnah Surabaya yaitu telah baik dalam mengembangkan kinerja karyawan. |
|
Saran |
·
Peningkatan
Pelatihan yang Lebih Sistematis: Agar pelatihan dilakukan secara
lebih terstruktur dan formal, bukan hanya melalui metode on the job training,
sehingga karyawan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara lebih
mendalam dan terarah. ·
Pengembangan
Karyawan Melalui Program Pelatihan yang Teratur: Perlu adanya program pelatihan
dan pengembangan yang dijadwalkan secara rutin agar karyawan dapat terus
mengasah kemampuan mereka dan menyesuaikan diri dengan Studi Banding dengan
Organisasi Lain: · Evaluasi Berkala Terhadap Program Pengembangan SDM: Melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas program pelatihan dan pengembangan yang sudah dilaksanakan, sehingga dapat diketahui dampaknya terhadap peningkatan kinerja karyawan serta melakukan perbaikan jika diperlukan |
Comments
Post a Comment